Jumat, 15 Desember 2017

Ukhti tutupi kakimu, karena menjadi pandangan haram bagiku.....


   Siang itu hujan turun begitu derasnya di kota Mekkah, kami yang sudah berada di dalam hotel sangat bersyukur tak sampai kehujanan tadi.

   Kami nikmati suasana turunnya hujan di negeri padang pasir ini dari jendela kamar hotel.
Aliran air begitu derasnya dari dataran yang lebih tinggi , tampak seperti air terjun saja saat kami lihat dari balik jendela kaca.

   Saat adzan Ashar berkumandang hujan pun masih turun. Saat tiba waktunya makan malam, beberapa teman hendak pergi ke rumah makan menu indonesia, kami pun ikut. Karena dari hotel memang hanya mendapatkan sarapan dan itupun sarapan ala timur tengah, yakni kobus, yogurt dan selai. Sangat jauh dari porsi kenyang dan cocok dengan lidah Indonesia. Kami pergi rombongan dengan pasangan masing- masing.

   Memang hujan sudah sedikit terang malam itu, rintik-rintik dengan genangan air masih tersisa di jalan-jalan yang posisinya lebih rendah dari sekitarnya.
Teman saya yang pakai pakaian warna terang reflek aja mengangkat bagian bawah dari gamisnya agar tidak kotor dan basah saat melintasi genangan air di jalan.
Tanpa sadar mungkin karena terlalu tinggi ngangkatnya hingga terlihat bagian bawah kakinya.

Dari seberang jalan ada yang teriak dan menunjuk ke arah teman saya tadi, "Haram... Haram.. Haram ...Hajjah....!!!"
Teman saya nengok ke sekelilingnya dikira ada oranglain yang diajak ngomong sama orang yang teriak tadi. Ternyata tak ada siapapun selain dia dan suaminya. Berarti yang dimaksud orang tadi adalah teman saya sendiri.
Sambil mikir kenapa ya kok teriak begitu, ternyata orang tadi mendekat dan mengisyaratkan suruh nutupin kakinya dengan menurunkan rok yang diangkat teman saya tadi.

   Ya karena kaki adalah aurat, jadi saat terbuka maka menjadi pandangan yang haram bagi pihak lawan jenis yang bukan mahram kita.
Teman saya tertunduk malu dan cepat menurunkan bagian bawah gamisnya. Mau ga mau  harus rela menyuci dengan tenaga ekstra karena noda lumpur yang disapu gamisnya saat berjalan dijalanan yang penuh lumpur saat hujan.

   Pelajaran berharga yang bisa kita ambil, terkadang sangsi yang nampak di depan mata akan lebih kita takuti daripada sangsi yang tak tampak atau lebih tepatnya sangsi yang belum nampak. Sangsi yang nampak diatas tadi adalah sangsi moral dari orang-orang yang sudah faham syariat Islam. Teguran dari orang lain yang membuat kita malu dan segan sangat berpengaruh hingga kita langsung melaksanakan apa yang disarankannya.

   Maa syaa Allah  Indahnya ukhuwah Islamiyah yang bisa saling mengingatkan antara saudara sesama Muslim untuk bersama meraih Ridho Allah.

   Sungguh setiap apa yang kita kerjakan akan ada balasannya. Jika tidak mendapatkannya saat di dunia maka kita bersiap mendapatkannya di akhirat nanti.

   Perintah menutup aurat secara sempurna itu wajib dan jelas sangsinya di akhirat akan ada bagi siapa yang tidak menjalankannya. Sangsi di dunia tak tampak nyata, bisa sangat halus dari teguran- teguran Allah lewat ujian / musibah yang kita alami. Yang mana tak dapat terbaca pula pesan-pesan Allah itu jika hati kita tidak peka terhadap datangnya ujian dan hidayah.

   Maka dari itu kita harus senantiasa melembutkan hati kita dengan amalan- amalan pelembut hati supaya menjadi hamba yang peka akan pesan- pesan dari Rabbnya. Insyaa Allah

   Mari ukhti kita bantu lawan jenis kita untuk terjaga dari pandangan- pandangan haram baginya, saat bagian dari aurat kita tampak di hadapannya.

   Menutup aurat itu tidak perlu kesiapan hati, karena hukumnya mutlak , wajib, mau tidak mau dan siap tidak siap harus dilaksanakan.
Bukti cinta kita kepada orangtua dan keluarga adalah tidak melakukan kesalahan yang bisa menyeret mereka ke neraka bersama kita.

   Demi Allah dan RasulNya dan demi orang- orang yang kita cintai, yuk kita sempurnakan dalam menutup aurat kita ini. Karunia yang kita dapatkan atas jasad ini adalah amanah yang besar dari Allah Yang Maha Segalanya. Kita ikuti saja aturan pakainya dan manual book atas perawatan dan penjagaanya, semua tertuang dalam Al-Qur'an dan Hadist.


Susana ummu Muizza
Malang 15 Desember 2017

#tripHaji2010
#sweetmemory
#greatmoment
#bestrelationship






Kamis, 14 Desember 2017

Tutorial membuat sandal jepit lucu dan cantik by Jariyahkids

Tutorial cara membuat sandal jepit lucu dan cantik by Jariyahkids.



    Industri garmen saat ini berkembang pesat, semakin banyak munculnya UMKM yang bergerak di bidang fashion. Lalu-lintas jual beli online tampak berkembang pesat pula, sebagai daya dukung pemasaran hasil produksi dalam bidang fashion dan yang lainnya.

    Dari kondisi ini pasti ada efek sampingnya bukan?
Apaan tuh, ya dengan menjamurnya industri garmen akan bertambah pula limbah textil yang berupa kain perca, atau sisa dari proses produksi yang tak terpakai sebagai bahan produk utama.

   Lantas apakah efeknya jika limbah tersebut menumpuk dan menggunung menambah beban sampah terhadap lingkungan kita.

    Pastinya lambat laun sampah yang tak terurai itu akan merusak tanah dan menyumbat saluran air jika dibuang di sembarang tempat. Dibakar pun akan menimbulkan polusi udara dari asap sisa pembakarannya. 

   Dengan latar belakang hal tersebut muncullah ide-ide memanfaatkan kain perca tersebut menjadi produk yang lebih bernilai jual tinggi, daripada hanya menjadi seonggok sampah yang tak berguna.

   Salahsatunya yang sedang mulai kami kembangkan saat ini. Yaitu membuat kain perca menjadi sepatu bayi. Dan juga mengaplikasikan kain perca pada sandal jepit polosan menjadi sandal jepit yang cantik dan lucu. Seperti gambar dibawah ini.


Berikut akan kami sampaikan detail cara pembuatannya:


  • Siapkan peralatan berupa : kain perca secukupnya sesuai ukuran sandal yang hendak dihias, busa angin tebal bisa mulai dari 0.3 cm sesuai ukuran sandal juga, lem rajawali/ fox yang berwarna kuning, lem tembak, pita lebar 1/2 cm. ornamen /aplikasi sesuai selera.


semua perlengkapan yang perlu disiapkan
busa angin, pita kain, kain polos lebar 2 cm panjang disesuaikan,
kain motif sesuai ukuran sandal

lem rajawali kuning danlem tembak


  •  Gambar kain dan busa angin sesuai bentuk sandal kanan dan kiri.
  •  Lebihkan 1 cm dari batasan gambar pola pada kain ataupun busa untuk kampuh ditekuk ke bagian samping sandal.


gambar pola sesuai bentuk sandal

lebihkan kampuh 1 cm diluar garis gambar


gambar busa angin sesuai bentuk sandal
kanan dan kiri

  •  Gunting kain sesuai pola yang telah digambar dilebihkan 1 cm diluar batas garis untuk kain, untuk busa gunting pas garis pola sandal.

gunting pas garis gambar untuk busa anginnya.


potongan kain dan busa angin sesuai pola

  •  Selanjutnya satukan busa angin dengan kain menggunakan lem rajawali/ fox /castol yang kuning.

lem bagian sisi busa angin 


tempelkan pada kain
dengan posisi pas di tengah tengah gambar pola pada kain.

  • Selanjutnya menempelkan busa dan kain yang telah bersatu tadi pada alas muka sandal,  sebelumnya ukur posisi lubang jepit sandal .
  • Jepitan sandal bagian atas dan samping kiri kanan yang bawah. gunting sekitar 3 cm dari atas untuk bagian jepit atas. Dan sekitar 2 cm dari samping untuk jepitan samping.
  • Lalu paskan sesuai pola dan guntingan untuk jepitan sandal tadi pada sandalnya dengan posisi tiap tepi sandal masih ada sisa kain 1 cm




paskan posisi kain
sesuai posisi yang sudah disiapkan
untuk bagian jepitannya 
  • Selanjutnya perkuat dengan mengelem bagian busa plus kain tadi pada bagian muka karet sandal. Olesi lem bagian pinggirnya saja secara merata biar kuat.


olesin bagian tepi sandal dengan lem kuning

  • Selanjutnya rapikan bagian samping sandal dengan mengelem kelebihan kain penutup yang 1 cm tadi ditekuk ke samping sandal seperti gambar dibawah ini.


Rapikan samping sandal dengan lem kuning

  • Selanjutnya merapikantampilan samping sandal dengan menutup batasan kain dengan pita, hingga seluruh samping sandal tertutup rapi.

mengelem pita sekeliling tepi sandal biar rapi

  • Kemudian kita menutup bagian jepitan sandal dengan lilitan kain polos yang lebarnya sekitar 2-3 cm, panjangnya sesuai dengan ukuran jepitan sandal. Kita bantu rapatkan lilitannya dengan lem kuning juga, biar tidak mudah lepas, mlorot nantinya.


melilit jepitan sandal dengan kain polos 


hasil lilitan kedua jepitan sandal

  • Rapikan ujung jepitan yang belum tertutup sempurna dengan lilitan pita warna senada pun bisa.
  • selanjutkan siapkan hiasan atau aplikasi sesuai tema motif sandal yang mau kita buat.
  • Kebetulan ini motif mickeymouse , maka kami beri hiasan pita cempluk ala mickey ini :).

siapkan hiasan yang mempermanis tampilan sandal


Dan inilah hasil akhirnya, cantik dan lucu bukan, hanya dengan sedikit usaha mampu menaikkan nilai jual dari sandal jepit yang murahan ini.


si cantik siap diajak hangout 

Naik kelas kan, yang semula cocok untuk pergi ke pasar dengan balutan kain percah dan sentuhan karya seni jadi cocok dipakai untuk hangout ke Mall :).

Ok, selamat mencoba ya.
Selamatkan bumi kita dari tumpukan sampah.
Menaikkan nilai ekonomi suatu produk , memasarkannya akan menambah income keluarga. Nah kan jadi panjang efek baiknya.

Bersegera yuk atas niatan baik kita, tanpa tapi dan tanpa nanti.
Salam creativ dari Bunda Susana-Jariyahkids.

kreasi yang lain